Pada umumnya buku-buku ramalan di awal tahun selalu menjadi best seller. Entah itu ramalan horoskop maupun shio. Banyak orang yang ingin mendapatkan bocoran mengenai nasib maupun hokie di tahun 2007 ini. Dari semua ramalan itu hanya satu saja yang sudah dapat dipastikan; hokie besar di awal tahun ini pasti akan diraih oleh sang penulis dan penerbit dari buku itu sendiri, karena bukunya jadi laris.
Menulis buku ramalan ini sangat menyenangkan, sebab tidak akan ada orang yang ngambek ataupun minta ganti rugi apabila ramalannya meleset. Disamping itu dapat royalti cukup gede. Beda dengan Mr.D nulis salah dikit saja langsung dipentungin oleh banyak orang.
Kata horoskop diserap dari bahasa Yunani = „horoskopos“ yang berarti melihat jam. Melalui jam waktu kelahiran seseorang bisa ditentukan selainnya lambang zodiac dari orang tersebut juga bisa diramal mengenai sifat kepribadian maupun jalan hidupnya dari orang itu.
Astrologi atau ilmu perbintangan kata ini juga diserap dari bahasa Yunani, dimana berdasarkan letak posisinya dari berbagai benda langit mereka bisa meramalkan nasibnya seseorang.
Astrologi sudah dikenal sejak jaman Babilonia sekitar 4.000 tahun yang lampau. Pada saat sekarang ini ada tiga macam astrologi yang cukup dikenal ialah astrologi barat, astrologi Tionghoa (shio) dan astrologi India (Iyotisha).
Astrologi Tionghoa adalah astrologi yang tertua, walaupun mereka menggunakan hewan sebagai lambang, tetapi ini tetap ada kaitannya dengan ilmu perbintangan. Lima elemen utama dari ramalan ini adalah Venus = metal (emas), Jupiter = kayu, Mercury = air, Mars = api dan Saturn = tanah. Seni ramalan yang sesungguhnya dalam astrologi Tionghoa lebih dikenal dengan sebutan Zi Wei Dou Shu (Ramalan Bintang Ungu).
Kalau kita mendefinisikan rasanya gula itu jelas semuanya akan sepakat bahwa gula itu manis rasanya, tetapi dalam soal ramal meramal itu belum tentu. Orang boleh memprediksikan waktu dan tahun yang sama maupun letak posisi bitang yang sama, tetapi hasilnya bisa berbeda. Peramal satu memprediksikan bahwa tahun 2007 ini adalah tahun keberuntungan sedangkan yang lain menilai agar kita lebih mawas diri. Jadi sukar bagi kita untuk percaya kepada ramalan si A ataukah si B. Walaupun demikian sang penulis buku ramalan tidak perlu khawatir, sebab telah terbuktikan berdasarkan hasil dari jajak pendapat 80% dari responden percaya akan kebenaran dari ramalan mereka. Kenapa demikian?
Dalam istilah psikologi ini lebih dikenal dengan sebutan Barnum efek atau Forer efek kita otomatis bisa menerima dan mempercayai pendapat seseorang, karena dari awal mulanya kita sudah terpengaruhi. Misalnya apabila kita membeli buku ramalan berarti secara tidak langsung kita sudah terpengaruh dan percaya bahwa buku ramalan ini ada manfaatnya bagi kita oleh sebab itu untuk kelanjutannya kita akan percaya bahwa apa yang ditulis dibuku tersebut itu benar.Di Eropa pernah diadakan test untuk menguji para pakar astrologi, untuk mengetahui dimana letak posisinya ke delapan planet-planet besar, ternyata pengetahuan yang sedemikian mudah dan mendasar sekalipun juga lebih dari 70% tidak dapat mengetahuinya. Bagaimana mereka bisa menghitung dan mengartikan nasib orang lain, apabila letaknya saja sudah tidak tahu dimana?Berdasarkan test lainnya yang dilakukan oleh majalah Stern dari semua ramalan para astrologi yang paling top di Eropa, ternyata dari hasil keseluruhan ramalannya selama satu tahun hanya tiga persen saja yang mungkin secara kebenaran telah menjadi kenyataan alias jitu ramalannya.Berbagai macam aliran agama menilai, bahwa ramal-meramal itu haram, tetapi apakah anda tahu bahwa koran Suara Merdeka adalah koran online nomor tiga yang paling banyak pengunjungnya, karena disitu kita bisa membaca astrologi Jawa. Tidak bisa dipungkiri di berbagai macam majalah wanita, yang menjadi rubrik tetap yang ngetop adalah Horoskop. Dan jawablah dengan jujur kalau kita tidak percaya akan segala macam bentuk ramalan kenapa dilain pihak kita selalu mencari hari dan waktu yang baik untuk melakukan hari pernikahan, bukankah ini juga bisa disamakan seperti percaya akan ramalan?
Nabi Jusuf menafsirkan ramalan dari suatu impian, begitu juga banyak nabi-nabi lainnya meramal; hanya mungkin istilah atau sebutannya saja yang berbeda kalau kita pergi ketukang kwamiah atau tukang ramal ini disebut haram dan dosa, tetapi kebalikannya apabila seorang pembimbing agama bernubuat baca meramal ini tidak haram bahkan harus di Amin kan.
Agama Kristen mengharamkan ramal-meramal, tetapi kebalikannya mereka mengakui akan kebenarannya dari ramalan tukang sihir baca orang Majus. Dalam bahasa Yunani "magos" terjemahannya dari tukang sihir ini adalah nama aslinya dalam Alkitab untuk orang majus (Matius 2:1) bahkan dalam Alkitab bahasa Inggris orang majus itu mendapat titel "Magi". Orang majus "meramal" dengan bantuan bintang (astrologi) tetang kelahiranNya Tuhan Yesus, karena mereka sudah mengetahui sebelum-Nya Tuhan Yesus dilahirkan. Bahkan kalau kita jujur dengan bantuan dan jasa mereka, akhirnya kita bisa mengetahui adanya bintang Betlehem.Banyak orang menduga bahwa Bintang Betlehem yang memberitakan kelahiran Tuhan Yesus adalah bintang berekor Halley (th 11 sM). Arah gerak bintang berekor ini berlawanan dengan bintang-bintang lainnya atau mungkinkah bintang itu berupa gabungan dari beberapa planet seperti yang terjadi pada awal 7 SM ialah gabungan Yupiter, Saturnus dan Venus atau juga bintang Supernova. Ahli2 perbintangan di Cina mencatat adanya suatu bintang supernova kira-kira pada waktu kelahiran Tuhan Yesus. Letak posisi bintang itu memberikan makna astrologis bagi orang majus.
Kelahiran Tuhan Yesus sebenarnya sudah diramalkan juga oleh "dukun" tukang tenung lainnya ialah Bileam Bil 6:17 Kulihat dia, tapi bukan sekarang; kupandang dia, tapi dari jauh. Seorang raja dari Israel asalnya, akan datang bagaikan bintang cemerlang.
Dan apakah Anda tahu bahwa tindakan final Allah dlm melepaskan dan menghakimi dunia ini akan –tanda di dahului oleh tanda-tanda astronomis. Para nabi dan Tuhan Yesus menubuatkan tanda demikian dan dlm Wahyu tanda2 itu sangat menyolok (Yes 13:10, Yeh 32:7, Dan 8:10, Mat 24:29, Mrk 13:25, Luk 21:25, Why 6:13; 8:10-12;9-1)
No comments:
Post a Comment